Berkomunikasi Dengan Tuhan dan Menjalankan Bisnis yang Sesuai Passion

Biz Visit Gonzo's Tex Mex Grill, Margarita Bar With Mr. Jim Tehusijarana


Christpreneurs – April 2016

Sabtu, 23 April 2016, Christpreneurs mengadakan acara Bisnis visit ke Gonzo’s Tex Mex Grill Margarita Bar, sebuah resto dengan menu  dan  nuansa Texas & Mexico yang berlokasi di LG level of Lotte Shopping Avenue, Ciputra  World 1, Kuningan, Jakarta.  Suasana terasa segar pagi itu, senyum, sapa dan keakraban mewarnai pertemuan para peserta, sekaligus menjadi ajang perkenalan dan pertemuan  dengan teman baru dan lama. Dengan Thema Christian Biz Leadership, Good Food, Great Business, sang pemilik resto Bp. Jim Tehusijarana, membagikan pengalaman dan pandangan serta sharing imannya.

Mengenal Bp. Jim Tehusijarana

img-1461743970.png

Perjalanan beliau di dunia kuliner, berawal dari studi di bidang perhotelan yang dipilihnya, dimana selanjutnya  beliau pun berkarir cukup lama di dunia perhotelan.  Bp. Jim sempat bekerja sebagai Direktur Food & Beverage (FB)  di Group JW Marriott Hotel Myanmar. Beliau juga mempunyai  pengalaman bekerja di sejumlah hotel besar di Indonesia, yaitu :  Intercontinental Hotel, Hyatt Hotel dan Century Hotel.  Hal ini tentunya merupakan  pengalaman  panjang yang sangat berharga dan memantapkan keahlian Bp. Jim di dunia bisnis dan kuliner  yang dijalaninya. Sejak tahun 2007, beliau juga berkarir di bidang MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition) dengan brand Upper Room di Annex Building, Wisma Nusantara Thamrin.  Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT Taman Wahana (Upper room, The Kasablanka Hall, The Kasablanka Catering, Wayang Bistro Retaurant), serta sebagai pemilik Gonzo’s Tex Mex Grill Margarita Bar dan juga Basil Resto.

Apakah yang menjadi Visi dan alas an Bp. Jim memilih Bisnis di bidang FB ?

Visi untuk mengembangkan kuliner Indonesia ke mancanegara  membawa beliau menekuni dan ingin mengembangkan  bisnis ini. Passion menjadi alasan utama beliau memilih berprofesi  dan berbisnis di dunia F & B. Bp. Jim sangat yakin, bahwa Tuhan menyediakan geographycal area bagi setiap orang. Baginya dunia F & B adalah jawaban Tuhan atas area yang sudah disediakan Tuhan baginya, dan memantapkan visinya. Salah seorang peserta menanyakan:  Bagaimana mengetahui jawaban Tuhan tentang geographical area ini ?  “Hubungan pribadi dengan Tuhan, melalui jam Doa dan membaca Alkitab, karena Bible adalah referensi kehidupan untuk bisnis yang tak terbantahkan”, demikian sharing Bp. Jim. Dalam pengalamannya, ada sejumlah pergumulan yang dihadapinya dan Tuhan selalu membuka jalan serta menolong dan memberikan jawaban.  Beliau  yakin,  bahwa saat Tuhan memberikan geographycal area bagi kita, maka pasti Dia juga akan  menolong kita menghadapi permasalahan dan tantangan, demikian disampaikan.

“Kerja keras sudah sepatutnya dilakukan. Namun itu saja tidaklah cukup. Perlu diingat bahwa kita dalam bekerja hendaknya selalu berjalan sesuai pimpinan dan ajaranNya. Dalam perjalanan bisnisnya memang tidaklah selalu mulus, ada kalanya masa-masa sulit harus dilalui. Saat mana nampak pintu terkunci, namun justru disaat itulah sesungguhnya telah dibukakan pintu lain oleh Tuhan ”, demikian disampaikannya. Tantangan – tantangan yang dialami selama puluhan tahun  berkarir dan bisnis telah membawanya lebih dekat berjalan bersama Tuhan. Juga membuatnya mengalami transformasi kehidupan secara spiritual, menemukan makna sukses yang berbeda. Bagaimana Tuhan membuka jalan dan mengirimkan pertolongan banyak dialami Bp. Jim dan partner saat  menjalankan tahapan proses sejak persiapan hingga  bisnis berjalan. 

Pada kesempatan itu, beliau juga mensharingkan bagaimana mempersiapkan dan membangun Gonzo's Tex Mex Grill Margarita Bar, Siapa target market dan USP (Unique Selling Point), serta strategi yang dipilih untuk mengembangkan bisnis ini. 


Tentang  Kunci Sukses dalam membangun Bisnis F & B (Good Food & Great Biz)?

Berbicara tentang Kiat Sukses membangun Bisnis kuliner, menurut beliau ada 3 (tiga) hal yang merupakan fondasi penting, yaitu : Makanan, Ambience (suasana) dan Service (pelayanan). Rasa dan kualitas  yang enak atas menu makanan dan minuman adalah syarat mutlak bisnis kuliner. Tentang harga, sifatnya relative dan selebihnya adalah bagaimana strategi dipilih perusahaan sesuai targetnya.  Disamping itu, dengan  personalize service, adalah kiat penting untuk membuat konsumen  memilih dan setia pada produk kita. Dalam operasioanal bisnis yang dikelolanya, Bp. Jim selalu mengajak para pemimpin di teamnya untuk melakukan customer approach. Dengan demikian pengunjung akan merasa nyaman dan senang, sehingga merekapun akan menjadi pelanggan-pelanggan setia.

Perihal tantangan dalam bisnis kuliner, disampaikan oleh beliau, bahwa : Konsistensi kualitas produk merupakan hal yang sangat penting. Dalam prakteknya, kondisi di lapangan / pasar membutuhkan pemikiran  yang terbuka untuk menyesuaikan dengan dinamikanya,  misal : harga bahan baku tiba-tiba melonjak.  Namun demikian, penyesuaian yang dilakukan tidak boleh mengorbankan sisi kualitas produknya.

Melihat perkembangan dan pertumbuhan bisnis kuliner yang menjamur saat ini, beliau berpendapat bahwa bisnis kuliner adalah bisnis yang selalu masuk kategori Blue Ocean.  Pada tahun 1998, saat  krisis ekonomi terparah terjadi , bisnis ini tetap mampu bertahan, artinya jenis bisnis kuliner telah well proven, karena sepanjang waktu semua orang membutuhkan makanan. Tentu saja dengan kreatifitas dan pemilihan produk yang ditawarkan secara matang.

“Bagaimana pendapat Pak Jim tentang Bisnis kuliner, bila kita tidak memiliki background pendidikan dan atau pengalaman bekerja di bidang perhotelan/FB ?”. Beliau menjelaskan bahwa dalam menjalankan bisnis yang paling utama adalah Passion.  Walau tidak ahli dalam memasak, tetapi kita mampu memimpin team yang kompeten, maka kita tetap bisa  memilih bisnis ini dan menjalankannya dengan baik.  Sejumlah peserta juga menanyakan tentang bagaimana beliau meminimalisir resiko bisnis, pengelolaan proses bisnis dan pengelolaan SDM yang lebih efektif. Dengan sangat jelas, Bp. Jim membagikan pandangan dan pendapatnya serta tip-tipnya.

Prinsip-prinsip Kristiani apakah yang menjadi landasan Bp. Jim dalam memimpin team dan karyawan-karyawannya ? 

Disampaikan beliau, bahwa ada 3 (tiga) area utama, yaitu : Mindset, Mental dan Sikap Hati harus dibangun, dimana semuanya harus berdasarkan Firman Tuhan. Pada saat Pola Fikir seseorang berubah, maka perilakunyapun akan berubah. Sebagai Pemimpin Kristiani, maka penting hendaknya membangun orang-orang yang dimulai dari dalam diri mereka. Disamping itu bahwa sebagai pemimpin Kristiani haruslah menjadi Role Model.  Hal ini memang tidak mudah, karena merupakan proses yang terus berjalan setiap hari, dimana sebagai manusia tentunya kitapun tidak lepas dari berbuat kesalahan. Yang lebih penting, bahwa bila kita melakukan kesalahan, maka kita harus berani untuk mengakuinya. Hal inilah yang akan dilihat orang, sebagai wujud nyata kepemimpinan Kristiani. Pengalaman Bp. Jim dalam menghadapi tantangan terbesar sebagai seorang Christian Leader adalah harus berani berkata NO, atas tawaran / pilihan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Hal ini tentu tidaklah mudah,  karena banyak orang-orang yang akan menentangnya. Walaupun demikian, beliau telah berkomitmen untuk mentaatiNya, karena beliau yakin inilah tujuan Tuhan dalam kehidupannya.

Bagaimana dengan makna pelayanan bagi Bp. Jim ditengah kesibukannya dalam pekerjaan dan bisnis serta keluarga ?

Pelayanan adalah Gaya Hidup, demikian menurut beliau. Di tengah kesibukan yang sangat padat,  beliau menyediakan waktunya secara khusus untuk membimbing dan melayani 2 (dua) kelompok sel group.  Sebuah pelayanan yang merupakan tindakan nyata yang dipilih beliau untuk mengikuti Firman Tuhan dengan mengambil peran dalam menjadikan bangsa-bangsa menjadi murid Kristus.

Sharing iman

Dalam kesempatan ini, Bp. Jim menyampaikan  bagaimana Yesus menyampaikan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah ( Lukas 13 : 6 – 9). Dimana Yesus mengatakan pohon ara yang tidak berbuah akan ditebang oleh pemiliknya. Saat pemilik telah memberikan kesempatan waktu lagi, namun pohon tersebut tetap tidak berbuah, sudah pasti pemilik akan menebang pohon ara tersebut.  Firman inilah menjadi pegangan Bp. Jim dalam keseharian kehidupannya. Prinsipnya, dalam membangun bisnis, maka ia juga harus menjalankan Firman Tuhan, demikian tegasnya. Prinsip beliau, sudah seharusnya dalam membangun bisnis dan bekerja, maka kita harus 100% professional (skillfull) dan juga 100% spiritual (menghidupi dan mengaplikasikan iman).

Hari Sabtu ini terasa istimewa, sharing Bp. Jim tentang pengalaman Dunia Bisnis, Dunia Kuliner dan Pengalaman Iman, telah menularkan pemikiran-pemikiran baru para peserta Biz Visit Christpreneurs.   Doa kami, kiranya Bp. Jim senantiasa dalam pimpinan dan kasih karunia Tuhan Yesus. Semakin diberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang. Salam sukses untuk Gonzo’s Tex Mex Grill Margarita Bar. Secara khusus kami berterima kasih atas kesempatan dan tempat yang disediakan, dan juga atas pelayanan team Gonzo’s yang professional.  Semakin sukses Bp. Jim dalam karir, bisnis, keluarga dan pelayanan. Terpujilah nama Tuhan Yesus.

Bagi rekan-rekan Christpreneurs, terima kasih atas partisipasi dan kehadirannya, sampai jumpa di acara-acara selanjutnya.  Selamat menemukan Geographycal Area .

by: Laurensia Yuki

Komentar

    Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar