Domus Cordis

img-1441702855.jpg

Domus Cordis

Domus Cordis (Rumah Hati) adalah sekelompok orang muda yang happy karena Tuhan Yesus, yang bergerak mewujudkan mimpi-mimpi yang Tuhan taruh di hati mereka, dan yang sama-sama berbagi hidup buat Gereja dan dunia.

DC berangkat dari kepedulian akan keadaan orang muda pada umumnya dan mau bergerak bagi Gereja dan orang muda juga.

Anggota DC (baca: cordisian) belajar membuka hatinya bagi Roh Tuhan untuk membentuk dan menggerakkannya ke mana Tuhan mau. Journey to the unknown? Why not! Ini termasuk belajar taat pada seluruh ajaran dan kebijakan Gereja Katolik, sambil sama-sama melalui proses pembentukan rohani, misalnya lewat dasar-dasar Theology Of the Body, spiritualitas cowok dan cewek, servant leadership, evangelization, dan masih banyak lagi.

Cordisians berasal dari latarbelakang urban yang beda-beda. Dari photographer, dokter, designer, technology geek, sampai penggila bola, sound engineer, investment consultant, bahkan tukang kebon juga ada! Tinggalnya nyebar dari ujung Jakarta yang satu ke ujung yang lain, sehingga kalau mau ketemu pasti rame dulu karena semua terhambat macet. Tapi akhirnya tetep ketemu juga. Kenapa? Karena cinta mengalahkan macet… ehm.

Cordisians percaya bahwa solusi keruwetan dunia hari ini adalah Tuhan Yesus yang bekerja lewat orang muda. Itu sebabnya, DC selalu butuh anggota baru yang nggak takut ke luar dari comfort zone, dan mau bekerja keras mewartakan Good News demi terwujudnya budaya kasih di dunia ini.

Sehari-hari, Good News ini kita bagikan dengan belajar punya life-style yang dekat dengan hati Tuhan, misalnya lewat (berusaha) rajin Misa, dan terus mengusahakan kebaikan bagi orang-orang di sekitar kita, di tempat kerja, studi, ataupun hangout. Ini diungkapkan lewat  passion dan talenta yang Tuhan berikan. Ada yang membagikan harapan lewat tulisan, ada yang mewartakan kebenaran lewat video shooting dan editting, ada yang menggemakan kasih lewat photography, ada yang menyalurkan persaudaraan lewat digital social network, bahkan ada yang mengungkapkan kegembiraan lewat cooking dan travelling.

Sehari-hari yang lain lagi, cordisians bekerja erat dengan keuskupan dalam mengadakan sebuah konferensi orang muda, atau kerja keras kejar deadline untuk mendirikan publishing house, merintis gerakan pro-life di kalangan orang muda, dan bahkan merancang catholic social media dan mobile application, atau menyusun konsep advokasi bagi industri pendidikan dan kesehatan.

Di sela-sela semuanya itu, kita duduk-duduk ngobrol, ketawa-ketawa dan becanda, sambil menikmati bakmi, atau cookies dan secangkir kopi – sebab kita punya Tuhan yang baik, yang setia, yang menganugerahkan kita semua hidup yang penuh arti dan berlimpah sukacita.

website: http://domuscordis.org/