Memburu Kesuksesan Dengan Modal Sekecil Kecilnya

By: Robert The Great
~Pathway To Success Series~


"80% dari kesuksesan datang dari 20% tindakan yang kamu lakukan"


Statemen di atas berasal dari sebuah prinsip pareto yang juga dikenal sebagai aturan 80/20.
Dimana itu berarti bahwa sekitar 80% dari suatu hasil disebabkan oleh 20% dari penyebabnya.
Si bapak ekonom Italia, Vilfredo Pareto inilah yang menemukan prinsip hukum konsep efisiensi tersebut, yang berawal dari pengamatannya terhadap situasi ekonomi di negaranya. Seperti 80% dari tanah di Italia, ternyata dimiliki hanya oleh 20% dari jumlah populasi. Dan kemudian dia melakukan pengamatan dengan melakukan survei di berbagai negara, yang mana hasilnya ternyata sangat mengejutkan, karena hasil distribusi yang sama ternyata juga berlaku di negara lain. Dimana asumsi dari prinsip tersebut berarti bahwa sebagian besar hasil dalam berbagai situasi apa pun ditentukan oleh sejumlah kecil penyebab.

Seperti bahwa 80% dari keuntungan perusahaan berasal dari 20% pelanggannya, atau 20% dari produk dan jasa yang dihasilkan bisa mencapai 80% dari keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Tentunya mempelajari prinsip 80/20 atau katakanlah 20/80 ini akan jadi sangat lebih berguna ketimbang mempelajari prinsip tak pasti 20/80 versi bola atau 1/4 atau 0,25, dalam sistem terpadu voor-vooran taruhan bola. Secara di sini, mau sistemnya voor 1,5, 3/4, 1/2, lek-lekan, betting HT/FT, ganjil-genap ataupun bebas biaya bandar alias tidak kena kei, itu tetap namanya judi, yang sangat merugikan dan bahkan bisa bikin bangkrut. Secara konon katanya dari 80% penjudi bola yang bertaruh di setiap pertandingan, cuman 20% nya yang bisa menang uang dari bandar. Dan untuk kamu yang suka betting bola, setelah melihat hasil tersebut juga malah jangan berpikir untuk lebih baik jadi bandar bola saja, karena katanya juga cuman 20% bandar bola yang berhasil survive, dan 80% sisanya berakhir manis di ranjang hotel prodeo alias sukses merasakan hangatnya selimut penjara.

img-1429008604.jpg
Nah prinsip pareto inilah yang bakal anda lihat, dipraktekkan secara nyata di dalam bisnis di serial reality show Auction Hunters yang ditayangkan di Discovery Channel.
Serial ini menceritakan dua orang laki-laki dari Amerika, yang sangat berpengalaman di berbagai bidang, termasuk ilmu mengenai barang-barang kuno, antik, misterius, dan juga berbagai macam jenis senjata yang ada di dunia.
Kedua orang ini dengan memanfaatkan pengetahuan mereka mengikuti berbagai storage unit auctions di seluruh daerah di Amerika.

Storage unit auctions ini kurang lebih mirip dengan sebuah lelang biasa. Bedanya di sini, barang-barang yang dilelang adalah sebuah kontainer utuh beserta isinya atau tempat penyimpanan dan apa yang ada di dalamnya. Nah istimewanya di sini, mereka tidak boleh melihat barang-barang apa saja yang ada di dalam kontainer atau tempat penyimpanan. Jadi mereka benar-benar harus mengandalkan intuisi dan insting bisnis saja, karena mereka tidak diijinkan menyentuh dan membongkar apa yang ada di dalam tumpukan barang di dalam container atau storage. Tapi tentu saja dari pihak pelelang biasanya menunjukkan penampakan isi dari tempat penyimpanannya kepada para peserta lelang, yang kalau beruntung ada satu, dua barang yang suka nongol tanpa ditutup lembaran kain, plastik, terpal, etc. Ataupun kalau lagi ga hoki biasanya yang terlihat cuman tumpukan kardus, krat kayu, dan berbagai macam kotak kemasan. Mending kalau isinya barang yang bisa dijual, lha kalo isinya cuman plastik gelembung, gabus atau cumak gumpalan koran? Kan amsyooong namanya..

img-1429008786.jpg
Di negeri Paman Sam, lelang seperti ini merupakan hal yang umum. Biasanya diadakan oleh fasilitas penyimpanan barang, dalam jangka waktu tertentu, setelah perjanjian dengan pihak tenant yang menyewa tempat self storage-nya sudah habis masa berlakunya, lalu tenant tidak memperpanjang dan mengambil barangnya. Nah, berdasarkan hukum gadai di yurisdiksi Amerika, pemilik fasilitas penyimpanan punya hak untuk mengosongkan ruangan tersebut, apabila penyewa tidak ada kabar serta tidak membayar biaya perpanjangannya. Untuk itu pihak pemilik fasilitas penyimpanan sebelumnya wajib memberitakan ke publik akan adanya penjualan atau lelang di sebuah majalah khusus bulanan yang terbit di berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Dan konon katanya setiap hari di Amerika, ada lebih dari sepuluh ribu unit penyimpanan yang ditinggalkan oleh pemiliknya yang sudah siap untuk diikutkan dalam pelelangan publik.
Tentu saja lelang ini dibuka untuk umum, sehingga kedua tokoh di serial Auction Hunters tersebut dapat beraksi. Dan menurut peraturan yang berlaku di situ, pembayaran dari lelang ini harus berupa uang cash. Jadi ketika peserta lelang atau bidder, ga bawa duit lebih, mereka terpaksa harus gigit jari, karena sudah dipastikan bakal kehilangan barang yang mereka incar.

Nah serunya di sini kedua tokoh seri Auction Hunters ini benar-benar harus mengendus-endus peluang bisnis yang ada. Salah-salah bukan hanya barang tidak berguna yang mereka dapat, tapi bisa jadi itu adalah barang rongsokan ataupun sampah. Selain harus jeli dan pintar dalam mempelajari apa yang ada di dalam container atau storage, mereka juga harus melawan para peserta lelang lain yang ada di waktu pelelangan, yang bukan saja mereka saling bersaing untuk mendapatkan barang, tetapi keberadaan mereka juga bisa makin mengatrol harga lelang menjadi lebih tinggi, serta mereka juga bisa mengintimidasi dan membahayakan. Seperti kejadian waktu seri Auction Hunters di sebuah pelelangan di daerah chinatown di suatu negara bagian, mereka bahkan hampir sempat berkelahi dengan para gangster yang ada di sana, dikarenakan para gangster juga menginginkan isi kontainer tersebut, tetapi tidak mampu menaikkan harga penawaran lelang dan memaksa kedua tokoh utama ini untuk berhenti mengeluarkan penawaran yang baru. Dan pada akhirnya tentu saja kedua tokoh seri Auction Hunters inilah yang mendapatkan kontainernya.

Berbagai macam jenis benda sudah mereka dapatkan, mulai dari mesin slot judi antik, mesin arcade klasik, mesin jukebox vintage, land yacht, baju untuk stuntman dan spesial efek perfilman hollywood, coke vending machine generasi awal, mobil jadul, senjata tradisional kuno orang borneo - blowgun atau yang biasa disebut sumpit, barang-barang bersejarah, berbagai macam senjata antik, sampai koleksi komik langka yang bernilai ratusan ribu dolar Amerika.
Tentu saja tidak semua barang yang mereka dapat dan ada di dalam kontainer atau storage diperlihatkan di sini, melainkan hanya barang-barang yang langka, unik, dan paling berharga saja yang ditampilkan dalam setiap episodenya.

Uniknya, dari seluruh episode di season Auction Hunters yang ada, mereka selalu profit. Yang mana harga yang dibayarkan untuk membeli kontainer atau storage tersebut, ternyata lebih rendah dibandingkan dengan harga total isi yang ada di dalamnya. Karena hampir selalu mereka sering menemukan barang-barang yang aneh dan langka dalam tiap episodenya. Dimana katanya mereka telah menerapkan sistem pareto dalam setiap lelang yang mereka ikuti. Yaitu bahwa mereka harus mendapatkan 80% keuntungan dari 20% barang yang ada di dalam kontainer yang mereka beli.

Tentu saja pelelangan ini tak semudah yang kita tonton dan bayangkan. Dimana selain kita harus mengetahui potensi bisnis dari barang-barang yang ada, yang bahkan tak bisa kita sentuh ataupun lihat, kita juga harus tahu kapan harus berhenti nge-bid dan kapan harus terus nge-bid ketika peserta lelang yang lain terus memberikan penawaran. Selain itu setelah barang sudah kita dapatkan, kita juga harus memilah-milah barang-barang tersebut untuk dijual kepada orang atau perusahaan yang tepat. Misalkan saja ketika mendapatkan baju stuntman untuk spesial efek, ga mungkin juga kita tawarkan ke factory-factory outlet maupun butik-butik. Ataupun ketika kita mendapatkan mesin arcade klasik ataupun mesin slot judi antik , ga mungkin juga kita tawarkan benda-benda tersebut pada perusahaan FunCity ataupun TimeZone.

img-1429013201.jpg
Soal pertanyaan, apakah serial ini settingan atau tidak, seperti seri reality show Indonesia "termehek-mehek" yang dulu pernah tayang di salah satu stasiun televisi lokal dimana seri tersebut sempat menghebohkan jagat dunia perfilman dan menjadi top trending topic pergunjingan para ibu-ibu saat arisan, karena pada kenyataannya seri termehek-mehek itu merupakan 80% settingan, dan 20% drama, tapi seri detektif gadungan lokal itu tetap nekat memakai tagline seri reality show dalam setiap promosinya. Tapi tentu saja bukan itu esensi yang ingin kita ambil dari seri pemburu lelang di saluran Discovery Channel ini, melainkan strategi, tips melihat peluang bisnis, trik mengasah intuisi, teknik menghadapi tekanan, dan juga prinsip pareto yang mereka gunakan di dalam setiap episodenya. Sehingga suatu saat ketika kamu mendapatkan suatu warisan dari mertua, kamu pun tak bakal kebingungan lagi di dalam melelang segala harta benda yang berhasil kamu dapatkan. Eh? Maksudnya ketika kamu suatu saat ikut pelelangan, kamu sudah mengetahui tips dan triknya..

Pada akhirnya, ketika kamu sudah yakin akan mengaplikasikan prinsip 80/20, baik di dalam bisnismu maupun di dalam kehidupanmu, kamu harus sudah siap dan fokus pada 20% perencanaan dan strategi yang akan kamu kerjakan untuk meraih 80% keuntungan atau kebahagiaan dalam hidupmu. Dimana prinsip pareto ini kurang lebih mengandung makna yang hampir sama dengan hukum ekonomi yaitu, mengeluarkan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan yang sebesar-besarnya.

Jadi tak ada lagi alasan, bahwa kita tidak ada waktu untuk memulai suatu bisnis, tak ada lagi waktu untuk meneliti apakah bisnis yang akan kita jalankan bisa menghasilkan keuntungan atau tidak, tak ada lagi alasan bahwa tidak sempat untuk mencari pegawai, dan tak ada lagi kata-kata "ngeles" yang gak perlu, saat kita dihadapkan pada pertanyaan, apakah kita sudah siap untuk meraih sebuah kesuksesan? Karena ternyata berdasarkan hukum pareto, ketika kita menaruh usaha kita secara mendalam dan penuh semangat ke 20% wilayah yang penting dan krusial saja, itu akan mendatangkan 80% kesuksesan yang kita idam-idamkan.

Kamu juga bisa mulai mengimplementasikan pareto law di dalam setiap aspek dalam kehidupanmu, dimulai dari kebiasaanmu sehari-hari, dimana kamu bisa fokus pada 20% habitsmu yang utama yang dapat menghasilkan 80% value, lalu di dalam skope pemikiranmu, dimana kamu dapat mengeliminasi 80% pemikiran negatif yang tak perlu, dan fokus kepada 20% sisi positif yang ada, kemudian di dalam segmen relationship, yang mana kamu harus bisa memilih mana dari 20% hubungan relasimu dengan teman-temanmu yang bisa mendatangkan 80% perasaan bahagia, sampai ke aspek produktivitas, dimana kamu harus bisa mengidentifikasi dalam 20% situasi bagaimana kamu dapat lebih produktif, dan apakah kamu bisa mereplikasi situasi 20% tersebut di lain waktu dan lain suasana. Sehingga nantinya kamu bisa fokus 20% waktumu di tempat kerja, dan 80% waktumu bisa kamu habiskan untuk keluarga ataupun untuk hal-hal yang kamu sukai. So work less, worry less, succeed more, and enjoy more.

img-1429011702.jpg
Serta ingat juga untuk selalu meminta kepada Tuhan, agar dibukakan jalan di dalam merintis dan menjalankan sebuah bisnis. Tentunya bukan hanya saat 80% kamu lagi banyak hutang serta penuh masalah pelik, dan tabunganmu pun tinggal 20% lagi, alias sudah di ambang batas tepi kebangkrutan aja kamu baru mulai komat-kamit cari Tuhan, tapi saat kamu 80% lagi banyak profit yang datang dan 20% lagi banyak piutang yang bertebaran, kamu juga harus senantiasa untuk selalu ingat kepada-Nya.                   

Komentar

    Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar