Memulai Sebuah Startup Dimulai Dari Merusak Sesuatu

By: Robert The Great
~Pathway To Success Series~


"On ne saurait faire d'omelette sans casser des œufs"


Apa arti sebuah peribahasa berbahasa Perancis di atas?

Mungkin pertama-tama anda cuman bisa menangkap kata omelette dalam susunan kata-kata tersebut.

RATATOUILLE_zpssknz0dlj.jpg
Tapi ternyata arti pepatah tersebut rupanya tak sesederhana seperti orang membuat omelette atau dalam bahasa Indonesia disebut telur dadar. Dimana biasanya telur cuman dikocok lalu dimasak dengan mentega atau minyak di penggorengan, lalu kemudian agar teksturnya bisa semakin terlihat mengembang bisa ditambah susu, krim, ataupun soda kue. Tapi yang namanya anak kos-kosan, bisa makan mi instan pakai telur dadar juga sudah merupakan anugerah tersendiri. Apalagi acara masak-memasaknya pas di akhir bulan, boro-boro nambah susu, krim apalagi pakai soda kue, buat bertahan hidup aja kadang harus dibantu ngutang bergilir di warteg-warteg sepanjang jalan deket kos-kosan.

Ehm..
Kembali lagi ke topik utama peribahasa tadi, yang rupanya di dalam bahasa inggris frasa tersebut berarti:

"You can't make an omelette without breaking eggs"

Dimana kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi

"Kamu tak akan pernah bisa bikin omelet tanpa memecahkan telurnya"

So?
Ketika kamu sudah memutuskan untuk jadi seorang entrepreneur, kamu harus sudah bersiap-siap untuk "memecahkan" dan "merusak" sesuatu..

Entah itu merusak karirmu yang mungkin terlihat terang kedepannya...
Entah itu memecahkan perasaan orangtuamu yang tak rela melihatmu kehilangan pendapatan yang pasti...
Ataupun mematahkan hati pasangan hidupmu yang tak rela hidup menderita ketika kamu tak lagi bekerja kantoran dan hidup dengan penghasilan tak tentu...

Tapi korelasi antara memecahkan telur di sini dengan prinsip memulai startup, tentu saja bukan hanya masalah "memecahkan" hati, cinta dan perasaan melulu saja... melainkan juga berarti kamu harus "merusak" sesuatu benda, untuk dijadikan benda lain, yang bisa mempunyai nilai atau harga yang lebih tinggi setelah dirombak atau dialihfungsikan..

Seperti sebuah acara Cars For Cash Show di National Geographic Channel, dimana ada dua tim yang saling beradu untuk mendapatkan keuntungan yang paling banyak dari membeli sebuah mobil bekas. Alih-alih memperbaiki mobil bekas tersebut lalu dijual kembali, tapi rupanya mereka malah mempreteli onderdil mobil bekas tersebut, lalu kemudian spare part itu dijual satuan, seperti pelek, mesin, knalpot, rangka mobil, dan lain-lain. Yang uniknya harga total barang per satuannya jadi jauh lebih tinggi daripada menjual mobil bekas tersebut dengan kondisi apa adanya. Meski kadang untuk melepas bagian mobil yang menempel dengan bodi secara permanen, mereka terpaksa mengelasnya sampai putus, tapi tetap saja toh akhirnya mereka berhasil menjual spare part tersebut dengan harga yang cukup fantastis untuk ukuran barang bekas.

Strippers%20Cars%20for%20Cash_zpsh5eifif
Tapi jangan coba bandingkan kisah strippers di NatGeo TV tadi dengan cerita kisah nyata dalam seri investigasi, tukang penadah motor hasil curian atau hasil begal yang lagi marak di Jakarta dan sekitarnya. Seperti ketika motor hasil curian itu dipretelin, onderdilnya pun dijual secara satuan, dan ternyata bisa menghasilkan uang yang lumayan menggiurkan dalam arus kas manajemen begal. Tentu saja cara yang begini lebih baik ketimbang harus menjual motor bodong tanpa surat-surat, dimana nomer mesin atau nomer rangka pun sudah ada dalam catatan laporan kriminal di kepolisian setempat, yang tentunya jauh lebih riskan dan lebih beresiko.

Kemudian kita bisa lihat juga dari sebuah pohon. Apabila kita menjual satu batang pohon, tentu harganya akan jauh berbeda ketika kita sudah memotong-motong batang pohon tersebut menjadi beberapa bagian, dan kemudian mengolahnya menjadi furniture, alat-alat rumah tangga, alat musik, ataupun kerajinan seni, seperti patung, pigura, dan lain sebagainya.

Nah, demikian pula juga dengan sebuah ide bisnis.
Ide-ide itu pun juga harus dipecah-pecah menjadi beberapa bagian, lalu kamu pilah-pilah mana yang layak, pantas, dan bisa untuk dikerjakan. Sehingga bisnis yang kamu buat pun tak hanya akan bertahan untuk satu-dua tahun ke depan, tapi tentunya bisa bertahan untuk waktu yang cukup lama.

So, apakah kamu sudah siap untuk jadi seorang entrepreneur?

Ketika kamu sudah yakin dan mantap melalui jalan sebagai seorang entrepreneur...

Bukan filmnya si Dian Sastro dan Nicholas Saputra, yaitu AADC yang kamu jadikan sumber inspirasi dan motivasi...

"Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh"

aadc_zpscl0iwhmi.jpg
Melainkan dari sebuah pertunjukan sederhana di NatGeo TV, seri strippers: cars for cash, yang mengajari kita bahwa "merusak" barang menjadi "pretelan" yang bagi sebagian orang dianggap tak berharga ternyata harga jualnya malah jadi lebih tinggi..

Dari situ kita akan selalu ingat bahwa untuk bikin sebuah omelet yang cantik, mudah, dan paling simpel pun, kita harus memulai dengan memecahkan cangkangnya...

So jangan pernah takut rugi, takut ga laku, takut memulai, takut gagal, dalam menjalani hidup sebagai seorang entrepreneur serta jangan lupa untuk selalu berkreasi dan berinovasi dalam berbisnis dan tentu saja ingatlah untuk selalu berdoa dalam segala sesuatunya...

Salam DAHss.. eh itu udah ada yang pake

Salam BEGAL aja daahhh !!! (Tapi begal ala seri Cars for Cash ^^)

Komentar

    Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar