Menjual Mimpi Meneguk Pundi-Pundi Keberhasilan

By: Robert The Great
~Pathway To Success Series~


"My selling philosophy is I sell the dream"


Mungkin itu adalah salah satu filosofi dari seorang agen real estate  yang paling memorable di seri reality television, Million Dollar Listing yang  ditayangkan di Asia di Starworld TV.
Reality show ini menceritakan tiga orang agen real estate yang menjual properti mewah di daerah Amerika Serikat (pada season ke 7, agen yang ada bertambah menjadi empat). Mulai dari  properti di daerah Beverly Hills, Hollywood, California sampai Malibu.

img-1430042501.png
Menjual properti di tempat-tempat tersebut tentu bukan merupakan sesuatu hal yang mudah, selain harganya yang selangit, karena daerah-daerah yang disebutkan di atas memang merupakan daerah elit, jadi untuk menemukan pembelinya yang punya uang sesuai dengan harga propertinya juga sangat susah. Tapi tentu saja agen properti yang sudah terpilih untuk tampil di dalam seri ini tentunya adalah agen real estate yang sudah terbukti di lapangan, dan masing-masing juga punya prestasi penjualan yang cukup mentereng. Dimana mereka sudah dipastikan punya network para milyuner serta para pembeli yang bersaku tebal. Sehingga menjual properti yang harganya semahal apa pun, mereka hampir pasti selalu dapat menemukan pembelinya.

Dari film reality show ini kamu bakal temukan betapa pentingnya sebuah networking. Karena tanpa jejaring bisnis yang kuat, seorang agen real estate bakal segera tenggelam di bisnis ini. Selain networking yang dibangun berguna untuk menemukan pembeli rumah yang mereka jual, jejaring itu sendiri juga bisa digunakan untuk mengumpulkan listing rumah yang hendak dijual. Karena menjadi seorang realtor di sini, tentu ada sesuatu yang harus dijual atau disewakan juga. Nah karena penghuni kawasan-kawasan ini adalah orang-orang kelas atas, maka tidak semudah itu untuk mendapatkan listing rumah yang akan mereka jual. Kalau mereka ga pintar-pintar pedekate serta membangun jaringan, tentu ga bakal kebagian listing properti hangat dari para pemilik rumah di daerah sini. Apalagi yang namanya orang kaya, permintaannya kadang suka aneh-aneh, seperti ada pemilik yang ga mau sampai tetangganya tau bahwa rumahnya lagi dijual, lalu ada owner yang ga mau sampai rumahnya dipasang di iklan online, sampai kadang ada juga pemilik yang memberikan batas waktu untuk menjual rumah, tapi dengan tempo waktu yang sangat singkat saja alias secepat-cepatnya, sungguh sangat keterlaluan... Tapi mungkin jauh lebih aneh lagi di negeri kita, dimana di sini, di daerah Sleman, Yogyakarta malah ada pemilik rumah yang jual rumah, eh malah bonus bisa ngawinin owner rumahnya yang kebetulan seorang janda... Ih ini sih bukan aneh.. tapi ngeri ngeri rejeki namanya...

img-1430042788.jpg
Selain itu networking di serial ini juga dibangun dan dikembangkan sedemikian rupa. Seperti ketika ada salah satu realtor yang mendapatkan listing properti yang bagus, tetapi dengan embel-embel syarat harus menjual properti tersebut dengan waktu yang singkat, maka segera saja dia langsung mengadakan open house dengan mengundang berbagai broker properti untuk bergabung memasarkan listing propertinya, ataupun ada juga yang segera mengadakan cocktail party, dan mengundang guest list para klien potensial yang sudah dia tentukan. Sehingga event ini bukan saja hanya acara minum-minum cocktail saja, tapi sekaligus bisa sekalian networking sembari jualan properti. Mungkin kalau di negeri kita, acara cocktail party seperti ini mungkin belum terlalu dekat dengan kultur kita, nah hambatan itu mungkin bisa kita sesuaikan dengan minuman-minuman favorit yang digandrungi banyak orang sini. So eventnya bisa dimodifikasi jadi kayak wedang ronde party, bandrek, bajigur, jamu, sekoteng, dawet, kacang ijo, degan, cincau, legen, kundur, kembang tahu, selendang mayang, ataupun liang teh party.

Di samping itu kemampuan negosiasi juga merupakan hal yang krusial, karena disini sebagai seorang realtor, mereka harus bisa menjembatani antara penjual dan pembeli. Tentunya pengetahuan akan properti yang akan mereka jual bakal menjadi modal yang sangat berharga di dalam negosiasi harga. Di mana mereka diharuskan mengetahui range rata-rata harga properti yang akan mereka jual, lalu harga pasaran rumah di daerah sekitar, sampai value dari bangunan yang mereka jual, seperti misalnya apakah desain interor atau eksteriornya masuk dalam kategori minimalis, klasik, modern, etnik, mediterania atau victorian, mengetahui apakah lokasi rumah ini cukup strategis, serta tahu apakah rumah ini punya sebuah nilai sejarah di dalamnya. Ataupun kalau di Indonesia, kita harus bisa mengetahui apa daerahnya sering kebanjiran atau tidak, bagaimana dengan akses keluar masuk kompleks perumahan, transportasi umum seperti apa saja yang tersedia, sampai mengetahui bagaimana fengshui rumah yang akan kamu jual. Nah apabila kamu sudah punya skill-skill seperti ini, tentu karirmu di bidang properti bakal lancar jaya. Apalagi kalau kamu padu padankan kemampuanmu dengan ilmu soal shio, peruntungan, hoki, zodiak maupun ramalan jodoh, tentu itu bakal menambah nilai plus skill negosiasi dan bisnismu..

Nah selain pentingnya skill-skill tersebut, salah seorang agen properti di seri ini memberikan tips suksesnya di dalam menjual berbagai macam properti seharga milyaran rupiah. Seperti kamu harus selalu siaga penuh 24 jam dalam 7 hari, dikarenakan kamu tak akan pernah tahu kapan klien potensialmu ingin melihat atau menjual rumah, bisa jadi tengah malam mereka baru available, ataupun di pagi-pagi buta mereka baru ada waktu. Lalu kamu harus memperlakukan setiap orang dengan penuh respek, karena mungkin mereka-mereka itu bisa jadi klienmu suatu saat nanti ataupun paling tidak siapa tau mereka bisa mengenalkan dirimu kepada calon prospek buyer yang lebih potensial kepadamu, kemudian tips berikutnya, bedakan dan pisahkan dirimu dengan yang lain, karena ada terlalu banyak agen properti di setiap sudut di dunia ini, kalau kamu tidak mempunyai diferensiasi dan punya alasan mengapa kamu layak untuk dipilih menjadi broker kepercayaan klienmu, tentu kamu tak ada bedanya dengan agen properti yang berserak di setiap sudut jalan. Selain itu kamu harus keras terhadap dirimu sendiri, dimana kamu harus mendorong dirimu di titik paling puncak, karena pada akhirnya kamu harus memilih, apakah kamu yang mencari kesempatan itu atau kamu cuma mau  menunggu orang lain datang dan meletakkan sebuah kesempatan tersebut di atas pangkuanmu.  Dan terakhir yang paling penting adalah kamu harus mencintai pekerjaan yang kamu lakukan dengan sepenuh hati. Saat kamu bangun di pagi hari kamu selalu antusias untuk mengerjakan pekerjaanmu, saat kamu merasa lelah dan ngantuk pun kamu masih mau mengecek pekerjaan yang belum kamu selesaikan hari ini dan meski kamu sedang menjalani liburan yang menyenangkan, kamu masih memikirkannya. Kurang lebih kalau di negeri ini, statement ini seperti terwakilkan di dalam lirik lagu Aku Rindu Padamu-nya si Evie Tamala,  mau tidur teringat padamu... mau makan teringat padamu... mau apapun teringat padamu...

img-1430044048.jpg
Lalu tentu filosofi, bahwa "I sell the dream" atau di dalam bahasa Indonesia berarti "Aku menjual mimpi", juga sangat berpengaruh di dalam menjual properti-properti kelas atas ini. Yang mana bukan mimpi kita yang dijual, tetapi melainkan kita menjual mimpi yang diinginkan oleh pelanggan kita. Sehingga ketika klien kita meminta listing properti kepada kita, kita sudah tahu properti macam apa yang diinginkan olehnya. Semisal saja, ada klien yang menginginkan rumah yang luas, megah dengan desain italia, tentunya kita harus memberikan listing rumah yang sesuai dengan impian mereka, sehingga deal dan closing yang kamu inginkan juga bisa lebih cepat tercapai. Dan juga meski mereka tidak berniat membeli properti darimu, kamu bisa menawarkan "mimpi" yang mereka inginkan, seperti cerita salah satu agen properti di seri tersebut tentang temannya, bahwa ada seseorang yang sedang naik mobil mewah lagi menunggu di sebuah lampu merah, langsung saja temannya yang juga agen properti yang kebetulan berhenti tepat di sebelahnya berbicara, "hai bung, aku punya listing rumah bagus, dengan garasi yang sangat cocok untuk mobilmu...", dan.. tanpa disangka pemilik mobil mewah itu segera memberikan kartu namanya kepada agen properti tersebut... So suatu saat ketika kamu punya listing untuk menjual rumah keong, rumah bekicot, rumah barbie, rumah hantu pondok indah ataupun rumah kentang yang paling creepy sekalipun... kamu sudah tahu bagaimana tips dan trik untuk menjual "mimpi" indah itu kepada calon klien-klienmu...

img-1430045368.jpg
Tentu kita telah banyak belajar banyak dari seri reality show Million Dollar Listing ini. Yaitu bahwa apapun yang kita jual, kita harus bisa menjual sekaligus menyediakan "mimpi" orang lain, yang mereka idam-idamkan, sehingga mereka akan segera membelinya begitu kita tawarkan. Seperti misalkan produk kita cuman berupa deterjen, dan keinginan atau mimpi konsumen kita adalah untuk membeli sebuah deterjen yang tidak meninggalkan sisa ketika dipakai di mesin cuci. Maka kita munculkan deterjen khusus mesin cuci yang gampang larut saat di mesin cuci atau bisa juga berupa deterjen cair. Ataupun produkmu cuman bener-bener deterjen biasa, so kamu harus tambahkan "mimpi" lain, seperti bahwa ketika membeli produk deterjenmu, konsumen dapat memenangkan undian ke Jepang, Korea, Taiwan, Maladewa ataupun meski cumak sebuah trip lokal sederhana ke Cimahi ataupun Indramayu.

Dan pada akhirnya mimpi orang lain yang telah mampu kita sediakan, akan menjadi sebuah batu loncatan bagi kita untuk memenuhi mimpi-mimpi kita sendiri. So di dalam berbisnis, kamu harus selalu fokus, jangan mudah menyerah, dan jangan lupa juga untuk selalu mencintai dengan tulus, usaha, bisnis dan pekerjaanmu, you gotta fall in love with your job and be passionate about whatever you do. Lalu kemudian biarkan Tuhan sendiri yang menuntunmu untuk meraih keberhasilan dan mencapai kesuksesan.

Komentar

    Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar