Merubah Barang Tak Berharga Menjadi Profit Maksimal

By: Robert The Great
~Pathway To Success Series~


Apa yang akan kamu lakukan kalau punya handphone bekas?

Dijual lagi lewat iklan baris? Diposting di sosmed supaya bisa dilihat temen-temenmu yang berminat? Atau di broadcast di BB dan WA mu tanpa ampun serta tanpa pandang bulu ke seluruh daftar contact-mu? Ataukah kamu tuker tambah ama handphone baru di ITC ???

Itu kalau kamu hanya punya satu ponsel bekas.. Nah, kalau kamu punya handphone bekas-nya ada ribuan? Udah gitu jadul-jadul lagi. apa yang bakal kamu lakukan?

Tanpa pikir panjang segera sewa dan buka toko di ITC? Atau segera buka lapak online jual-beli ponsel? Ataukah mungkin kamu punya ide buat buka museum handphone? Ataupun kamu punya ide brilian buat bikin tempat rental sewa-menyewa henpon?

Berbagai cara untuk mendapatkan uang dari handphone bekas bisa dilakukan. Nah tapi ada satu cara yang mungkin cukup menarik untuk diterapkan, seperti yang dipraktekkan di dalam seri reality show Money Meltdown yang ditayangkan di National Geographic Channel.

img-1430820968.jpg
Alih-alih mengkilokan ponsel-ponsel tersebut di pasar senggol, dia malah mempreteli selular tersebut untuk diambil emasnya yang ada di papan sirkuit handphone. Dimana kebanyakan ponsel yang beredar di U.S. memiliki sedikit emas pada motherboard karena tingkat konduktivitasnya yang tinggi. Nah, dengan sejumlah ribuan ponsel yang dibelinya, ia berhasil mengumpulkan emas yang cukup lumayan, yang kemudian segera ia lelehkan di tempat peleburan. Dan ternyata hasil tes kemurnian emas itu pun juga menunjukkan tingkat purity yang hampir mendekati emas murni, sehingga ia mendapatkan laba hampir empat kali lipat dari ongkos modal membeli ribuan ponsel bekas tersebut... lumayan bukan?

img-1430821076.jpg
Seri Money Meltdown ini pada garis besarnya menceritakan tentang para pemburu harta karun dan pecinta emas serta logam mulia berharga, dimana di sini mereka akan saling diadu siapa yang bisa menghasilkan profit paling besar dari pembelian sebuah barang bekas atau ga berguna, yang nantinya barang tersebut akan dilelehkan untuk diambil logam mulia berharganya. Lalu batangan logam hasil peleburan yang didapat dari barang second tersebut akan dijual ke seorang dealer penadah logam-logam berharga. Tapi tentu saja berbagai jenis logam yang didapat itu sebelumnya akan dites dulu berat dan juga kemurniannya. Semakin murni suatu logam, tentu akan sangat berpengaruh pada harga jualnya.

Serunya di sini, untuk mendapatkan logam mulia, tentu bukan hanya dari ponsel saja, tetapi dari tempat-tempat yang hampir tak bisa dibayangkan oleh manusia biasa untuk mendapatkan suatu logam mulia. Seperti dari salah satu serinya, si pemburu harta karun tersebut memperoleh emas dari sebuah peti mati lama custom yang batal dibeli dari sebuah pabrik pembuatan peti mati, dikarenakan keluarga almarhum ternyata merubah rencana untuk mengubur jenazah mendiang, dan memilih untuk mengkremasi jenazahnya.

Nah berbeda dengan kebudayaan di Indonesia, dimana kalau melakukan kremasi terhadap jenazah, biasanya dilakukan bersamaan dengan peti matinya, alias peti matinya juga ikut dibakar, seberapa bagus ataupun seberapa mahal peti matinya. Sedangkan kalau di U.S., sudah ada aturan khusus dibawah regulasi federal soal kegiatan kremasi-mengkremasi ini. Biasanya jenazah bisa dikremasi tanpa menggunakan peti mati, ataupun pihak krematorium harus menyediakan sebuah kontainer alternatif tempat jenazah yang harganya tidak mahal di saat mengkremasi jenazah. Oleh karena itulah peti mati custom itu teronggok begitu saja di pabrik pembuatan peti mati. Dan yang membuat peti mati ini tampak begitu berharga yaitu karena peti mati custom tersebut sudah diukir dengan inisial nama orang yang meninggal dengan bahan logam emas. Yang tentu ini jauh lebih berharga dari peti matinya, secara siapa sih yang mau beli peti mati yang sudah terukir dengan inisial nama orang lain? Tapi dengan info ini tentu saja tak diharapkan buat kamu yang juga terjangkit demam emas untuk pergi ke kuburan malam-malam, lalu bersiap-siap untuk mulai bongkar-membongkar...

Kemudian ada lagi yang mendapatkan logam berharga dari larutan fixer (suatu senyawa kimia atau substansi untuk membentuk, memperbaiki sesuatu - sebagai pewarna ataupun pencitraan fotografi) yang digunakan oleh dokter gigi untuk memproses hasil citra sinar-x gigi pasiennya, di mana konon katanya ketika citra sinar-x gigi diambil dengan film, larutan fixer sinar-x tersebut menanggalkan sebuah emulsi, dan meninggalkan residu perak. Dan kebanyakan orang, bahkan dokter giginya pun tak tahu kalau di dalam cairan fixer itu mengandung perak murni. Asyiknya lagi karena cairan ini dianggap tidak berguna setelah dipakai untuk memproses hasil sinar-x, cairan ini bisa didapatkan secara gratis dari klinik-klinik dokter gigi, karena ini dianggap limbah. Nah untuk mengekstrak perak dari cairan fixer tersebut, dibutuhkan teknik yang lumayan rumit. Pertama-tama mereka menambahkan air garam ke fixer sinar-x tersebut. Kemudian mencampur garam dengan larutan perak, di mana nanti ketika campuran itu bereaksi mereka akan membuat klorida perak dan sodium nitrate, lalu itu akan muncul dalam bentuk larutan yang keruh. Dan kalau anda memiliki larutan yang kuat, maka campuran tersebut akan menjadi kental. Lalu untuk memproses ini dengan benar mereka harus memindahkannya ke sebuah kendi bening, untuk melihat apakah campuran tersebut memiliki gumpalan perak atau tidak.

Dan masih banyak tempat-tempat untuk memanen logam mulia di seri ini yang belum terpikirkan sebelumnya, seperti dari mesin jet bekas, kabel-kabel pesawat, kabel konektor, panel surya tenaga matahari, tracheotomy tubes alias kamera dubur atau tabung pemeriksaan anal, busi mobil bekas, sampai dari koleksi rapper yang berupa gigi emas... Tapi ketika mengetahui gigi emas bisa dilebur lalu dijual kembali, kamu juga jangan coba-coba jadikan artikel ini seperti sebuah petunjuk dan sumber inspirasi untuk menggasak serta menjual gigi emas punya simbah ataupun nenekmu..

img-1430822238.jpg
Dari seri ini kamu bisa banyak belajar tentang science, bagaimana mengekstrak perak dari cairan, mengetahui bagaimana perak yang asli atau bukan, serta mengetahui bagaimana memisahkan emas atau perak dari logam lainnya dengan berbagai campuran bahan kimia. Seperti penggunaan campuran asam nitrat dan asam klorida untuk melepaskan emas atau perak dari campuran unsur logam lain yang menempel. Nah tentu saja soal yang bahan kimia ini kamu harus belajar dalam tahap yang lebih lanjut, sehingga kamu tak hanya mengetahui bahan kimia yang digunakan dalam obat nyamuk saja, yang seringkali di sini digunakan untuk memisahkan dan mengekstrak raga dengan tubuh pemiliknya, alias harakiri...

Selain itu, kita juga belajar bahwa bisnis tidak selalu konvensional dan tradisional, seperti harus buka toko, sewa tempat, sewa kantor, dan hal-hal umum lainnya. Di mana di sini, mereka pun bahkan tak punya kantor, dan selalu mobile sembari mengendus-endus tempat di mana emas berada. Sehingga dari situ kita diharapkan untuk selalu berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Seperti jaman sekarang, berjualan ga melulu di pasar, ruko ataupun menggelar taplak di pinggir jalan saja. Tapi menjual barang kini sudah bisa melalui forum jualbeli, BB, twitter, facebook, instagram, sampai youtube, bahkan ada yang nekat jualan cuman lewat ngomen-ngomenin artikel di kanal-kanal berita populer yang ada di Indonesia, ini sih bukan kreatif, tapi sellernya yang memang ga ada modal plus rasa malu...

Kemudian kita juga belajar bahwa ternyata barang-barang yang dianggap tak berharga untuk orang lain, ternyata bisa mengandung emas ataupun kandungan logam mulia lain di dalamnya, kalau kita punya sebuah "pengetahuan" dan "kreativitas" tentang barang tersebut, sehingga kita tentunya dituntut untuk benar-benar mengetahui secara mendalam produk-produk ataupun jasa-jasa yang kita jual, sehingga siapa tahu kita menemukan "value" lain dari barang-barang dan jasa yang kita punya. Kurang lebih kita diharapkan untuk punya sebuah midas touch atau sentuhan midas, "we must have a skill to turn junk into gold" , seperti yang para melters di sini lakukan. Di mana bahkan mereka berani mempertaruhkan sejumlah uang yang besar untuk membeli barang-barang rongsokan tersebut, yang mungkin bagi yang lain itu tak ada nilainya, dan setelah itu mereka merubahnya menjadi batangan logam mulia yang harganya bisa berkali-kali lipat dari modal yang dikeluarkan...

img-1430821770.jpg
Lalu tentu dari sini kita diajarkan untuk tidak gampang menyerah, dan dipaksa untuk selalu mencari solusi, ketika usaha bisnis kita menghadapi jalan buntu. Kita bisa menggunakan konsultan, ataupun orang-orang yang memang ahli di masalah yang kita hadapi. Seperti saat salah satu dari pemburu harta karun itu ingin mengambil perak dari solar panel, ternyata tak semudah yang dibayangkannya. Mau tak mau dia pergi ke tempat perusahaan daur ulang elektronik untuk membantunya mengekstrak perak dari panel-panel surya bekas yang telah dibelinya. Meski berakhir rugi karena harus membayar harga yang lumayan kepada perusahaan recycle itu, tapi paling tidak dia telah belajar dari kesalahannya, dan tentu ruginya jadi tidak lebih dalam, karena peraknya tak bisa diambil dan dijual kembali.  Selain melalui pertolongan orang-orang yang ada di sekitar kita, tentunya kita tetap harus terus berdoa supaya masalah-masalah yang kita hadapi bisa menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Serta dengan berdoa dan tekun dalam usahamu, mungkin suatu saat kamu malah akan menemukan bongkahan "emas" tersembunyi di lubuk hatimu, yang bisa membuatmu selalu bersinar untuk orang lain. Dan semoga di suatu hari kamu akan temukan juga, bahwa barang yang paling berharga di dunia ternyata bukanlah benda dengan kandungan emas ataupun berbentuk perak saja, tetapi melainkan ketika kamu punya hati yang tulus dan penuh cinta, itu sudah merupakan sebuah "logam mulia" buat keluarga dan orang-orang di sekelililingmu.

Komentar

    Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar